excitesubmit.org – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Area Batam, Kepulauan Riau, mencatat sebanyak 12 dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kota itu telah mulai beroperasi dengan gas bumi sebagai sumber energi utama. Penggunaan gas bumi ini bertujuan meningkatkan efisiensi energi dan mendukung pasokan energi bersih bagi program sosial.
Sebagian Dapur Terhubung Melalui Gagas dan Gas Pipa
Menurut Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto, dari 12 dapur MBG yang aktif, 11 menggunakan gas bumi melalui anak usaha PGN, yakni Gagas. Sementara satu dapur lainnya tersambung langsung ke jaringan gas pipa.
“Untuk dapur MBG, 11 menggunakan Gagas dan satu dapur menggunakan gas pipa langsung,” jelas Wendi saat dikonfirmasi di Batam, Senin.
Baca juga: “187 Sekolah Rusak, Pemkab Pamekasan Usulkan Perbaikan”
Infrastruktur Gaslink CNG Cylinder untuk Dapur MBG
PGN Batam memanfaatkan sistem Gaslink Compressed Natural Gas (CNG) Cylinder, atau disebut C-cyl, untuk dapur MBG. Sistem ini mirip tabung gas, namun kapasitasnya lebih kecil dan disesuaikan kebutuhan dapur.
“MBG rata-rata masuk segmen pelanggan ‘kecil’, dengan kontrak pemakaian 50 sampai 1.000 meter kubik. Segmen bronze 1 bisa hingga 10 ribu meter kubik,” kata Wendi.
PGN membagi pelanggannya ke dalam tiga kategori: rumah tangga, pelanggan kecil, dan industri. Dengan model ini, dapur MBG termasuk pelanggan kecil yang memerlukan pasokan gas terkontrol dan aman.
PGN Siap Layani Dapur MBG Lain
PGN Batam menegaskan siap melayani dapur MBG lain yang ingin memanfaatkan gas bumi, baik melalui Gagas maupun jaringan gas pipa. Layanan ini tergantung kesiapan infrastruktur dan kebutuhan pelanggan.
“PGN terbuka untuk melayani dapur MBG lain sesuai kebutuhan dan infrastruktur yang tersedia,” imbuh Wendi.
Tidak Ada Target Khusus pada 2026, Semua Segmen Terbuka
Terkait pengembangan ke depan, PGN Batam menyebut tahun 2026 tidak menetapkan target khusus untuk sektor tertentu. Perusahaan menargetkan seluruh segmen usaha yang membutuhkan gas bumi, mulai industri, komersial, hingga UMKM.
“Target kami 2026 masih terbuka untuk semua bisnis yang membutuhkan gas bumi, baik industri, komersial, maupun UMKM,” ujar Wendi.
Gas Bumi sebagai Energi Bersih dan Efisien
Pemanfaatan gas bumi di dapur MBG mendukung prinsip PGN untuk menyediakan akses energi yang efisien dan ramah lingkungan. Gas bumi terbukti lebih bersih dibanding bahan bakar fosil lain dan dapat mengurangi emisi karbon.
Menurut data PGN, penggunaan gas bumi dibandingkan LPG atau minyak tanah mampu menurunkan emisi CO₂ hingga 30–40%. Selain itu, gas bumi lebih stabil dari sisi harga dan aman untuk digunakan di dapur skala kecil hingga industri.
Dampak Positif bagi Program MBG dan Komunitas
Dengan pasokan gas bumi, dapur MBG dapat memasak makanan bergizi lebih efisien, aman, dan hemat energi. Hal ini berdampak langsung pada kualitas layanan program sosial yang menyasar keluarga kurang mampu, anak sekolah, dan masyarakat rentan.
Ketersediaan energi bersih ini juga memungkinkan PGN mengoptimalkan distribusi gas ke pelanggan kecil tanpa harus membangun infrastruktur besar, meminimalkan biaya operasional, dan mendukung keberlanjutan program.
Kesimpulan dan Pandangan ke Depan
PGN Batam membuktikan gas bumi dapat menjadi solusi energi yang efisien, ramah lingkungan, dan mendukung program sosial. Dengan 12 dapur MBG sudah beroperasi, PGN membuka peluang ekspansi layanan ke lebih banyak dapur dan UMKM di Kepri.
Langkah ini sejalan dengan strategi PGN menyediakan akses energi bersih untuk seluruh sektor usaha dan rumah tangga, sambil memperkuat kontribusi pada pengurangan emisi dan efisiensi energi nasional.
Baca juga: “261 Pelajar di Mojokerto Keracunan MBG, Operasional Dapur Disetop Sementara”




Leave a Reply