excitesubmit.org – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya KM Putri Sakinah.
Perpanjangan dilakukan terhadap tiga warga negara asing asal Spanyol yang belum ditemukan.
Insiden kapal tenggelam terjadi di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Keputusan perpanjangan operasi diumumkan secara resmi oleh Basarnas.
Langkah ini diambil setelah evaluasi menyeluruh bersama Tim SAR Gabungan.
Basarnas menilai peluang penemuan korban masih terbuka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, menyampaikan keputusan tersebut dari Kupang.
Ia bertindak sebagai SAR Mission Coordinator dalam operasi ini.
Pernyataan disampaikan pada Jumat kepada awak media.
Baca juga: “Wisatawan Nusantara Jadi Kekuatan Pariwisata RI”
“Per hari ini proses pencarian diperpanjang selama tiga hari ke depan,” kata Fathur Rahman.
Perpanjangan berlaku hingga Minggu, 4 Januari.
Evaluasi Tim SAR Gabungan Jadi Dasar Perpanjangan
Pertimbangan Sesuai Undang-Undang Operasi SAR
Fathur Rahman menjelaskan dasar hukum perpanjangan operasi pencarian.
Ia merujuk Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
Aturan tersebut mengatur durasi standar operasi SAR selama tujuh hari.
Operasi SAR dimulai sejak kapal dinyatakan tenggelam.
Namun, hukum membuka peluang perpanjangan pencarian.
Perpanjangan dilakukan jika masih ada tanda atau kemungkinan korban ditemukan.
Evaluasi dilakukan pada hari ketujuh operasi SAR.
Seluruh unsur Tim SAR Gabungan terlibat dalam evaluasi tersebut.
Hasil evaluasi menyepakati operasi perlu dilanjutkan.
Fathur menegaskan keputusan diambil secara profesional dan kolektif.
Keselamatan dan kemanusiaan menjadi pertimbangan utama.
“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh tim dapat membuahkan hasil,” ujarnya.
Optimisme dan Komitmen Tim di Lapangan
Basarnas menyatakan komitmen penuh selama masa perpanjangan operasi.
Tim SAR Gabungan tetap bekerja dengan pola pencarian intensif.
Koordinasi lintas instansi terus diperkuat setiap hari.
Faktor cuaca dan kondisi laut menjadi perhatian utama tim.
Analisis arus laut digunakan untuk menentukan area pencarian.
Data hidrografi dan pengalaman lapangan dijadikan rujukan.
Optimisme juga didorong oleh dedikasi personel di lapangan.
Tim bekerja dalam tekanan waktu dan kondisi alam menantang.
Namun, semangat kemanusiaan tetap menjadi penggerak utama.
Upaya Maksimal dalam Operasi SAR Hari Ketujuh
Pengerahan Armada dan Teknologi Pencarian
Pada hari ketujuh operasi, Tim SAR Gabungan mengerahkan kekuatan besar.
Sebanyak 13 kapal dikerahkan untuk menyisir area pencarian.
Penyisiran dilakukan di perairan sekitar lokasi tenggelamnya kapal.
Armada terdiri dari unsur Basarnas, TNI, Polri, dan instansi terkait.
Nelayan setempat juga dilibatkan dalam proses pencarian.
Kolaborasi ini memperluas jangkauan penyisiran.
Selain kapal, tim menggunakan peralatan teknologi pencarian bawah laut.
Sonar dan peralatan hidronav milik Polairud Polda NTT turut dikerahkan.
Peralatan ini digunakan untuk mendeteksi objek di dasar laut.
Namun, hingga evaluasi dilakukan, korban belum berhasil ditemukan.
Tim mencatat beberapa kendala teknis selama operasi berlangsung.
Tantangan Alam dan Kondisi Perairan
Perairan Labuan Bajo memiliki karakter arus yang dinamis.
Kondisi tersebut memengaruhi pergerakan objek di laut.
Kedalaman dan kontur dasar laut juga menjadi tantangan pencarian.
Cuaca selama operasi relatif berubah-ubah.
Gelombang dan angin memengaruhi efektivitas penyisiran.
Meski demikian, operasi tetap berjalan sesuai prosedur keselamatan.
Tim SAR menyesuaikan strategi pencarian setiap hari.
Penyesuaian dilakukan berdasarkan data terbaru dan temuan lapangan.
Dukungan Pemerintah Spanyol dan Keluarga Korban
Perhatian Diplomatik dari Pemerintah Spanyol
Basarnas menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Spanyol.
Dukungan disampaikan melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia.
Pemerintah Spanyol mengirimkan surat resmi kepada Basarnas.
Surat tersebut tertanggal 31 Desember 2025.
Isinya menyampaikan harapan agar operasi SAR terus diupayakan.
Basarnas menilai perhatian ini sebagai bentuk kerja sama kemanusiaan.
Koordinasi diplomatik dilakukan dengan tetap menghormati prosedur nasional.
Basarnas memastikan operasi berjalan transparan dan profesional.
Kehadiran Keluarga Korban di Lokasi
Basarnas juga mengapresiasi kehadiran keluarga korban.
Keluarga setia mendampingi Tim SAR Gabungan selama proses pencarian.
Kehadiran mereka menjadi penguat moral bagi tim di lapangan.
Pendampingan keluarga dilakukan dengan pendekatan humanis.
Basarnas memastikan komunikasi berjalan terbuka dan empatik.
Informasi perkembangan pencarian disampaikan secara berkala.
Pendekatan ini mencerminkan prinsip kemanusiaan dalam operasi SAR.
Basarnas menempatkan empati sebagai bagian penting pelayanan publik.
Harapan dalam Masa Perpanjangan Operasi SAR
Perpanjangan operasi SAR di Labuan Bajo menjadi bentuk komitmen negara.
Basarnas berupaya maksimal menemukan tiga WNA asal Spanyol.
Upaya ini dilakukan meski menghadapi tantangan alam yang berat.
Dengan dukungan teknologi, armada, dan kerja sama lintas instansi, peluang tetap terbuka.
Optimisme Tim SAR Gabungan menjadi modal utama selama masa perpanjangan.
Basarnas berharap operasi ini membuahkan hasil positif.
Keberhasilan pencarian akan menjadi penguatan kepercayaan publik.
Ke depan, evaluasi berkelanjutan akan memperkuat kesiapsiagaan SAR nasional.
Baca juga: “Kedubes Spanyol Minta Basarnas Lanjut Cari Pelatih Valencia di Labuan Bajo”




Leave a Reply