Indonesia Impor 2 Juta Sapi Hidup Dukung Program Makan Bergizi Gratis
excitesubmit – Pemerintah Indonesia menargetkan impor dua juta sapi hidup hingga 2029. Langkah ini diambil untuk memperkuat pasokan daging dan susu nasional, sekaligus mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyasar 82,9 juta penerima mulai 2026.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menjelaskan, kebutuhan protein hewani akan meningkat signifikan saat program MBG berjalan penuh. “Kami sudah mandiri untuk protein nabati, namun masih perlu memperkuat pasokan susu segar dan daging sapi,” ujarnya di Jakarta.
Sudaryono menambahkan, sebagian besar investor telah menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengadaan sapi hidup. Nantinya, impor dilakukan bertahap selama lima tahun ke depan dengan target 1,2 juta ekor sapi perah dan lebih dari 800 ribu ekor sapi potong.
Baca Juga: “Jenderal Maruli Tegaskan TNI AD Gratis, Waspada Pungli“
Kebijakan Bebas Kuota Impor Perkuat Ketahanan Pangan
Rencana impor sapi ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang kini membebaskan kuota impor sapi hidup. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut, aturan tanpa batasan kuota memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha.
Kebijakan ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan daging dan susu, sekaligus memperkuat rantai pasok dari hulu ke hilir.
Dengan kebijakan ini, industri pengolahan susu nasional berpeluang meningkatkan produksi dan kualitas pasokan. Hal tersebut penting untuk mendukung kebutuhan konsumsi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan jangka panjang.
Investasi Peternakan Buka Peluang Baru
Selain mendukung MBG, impor sapi hidup dinilai membuka peluang besar bagi industri peternakan. Pemerintah berharap lebih banyak investor dalam dan luar negeri berpartisipasi untuk memperkuat kapasitas produksi.
“Dengan adanya program makan gratis, kami yakin investasi peternakan akan meningkat,” jelas Sudaryono. Ia menegaskan, ketersediaan daging dan susu menjadi kunci keberhasilan program gizi nasional.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan, konsumsi daging sapi Indonesia masih di bawah rata-rata global, yakni sekitar 2,6 kilogram per kapita per tahun. Sementara konsumsi susu tercatat hanya 16,27 liter per kapita per tahun, jauh tertinggal dari negara tetangga.
Prospek ke Depan
Melalui impor dua juta sapi hidup, pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem peternakan yang lebih berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, mengurangi ketergantungan pada impor produk olahan, serta meningkatkan daya saing industri pangan nasional.
Jika target berjalan sesuai rencana, Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan MBG, tetapi juga memperkuat posisi sebagai negara dengan ketahanan pangan yang lebih solid.
Baca Juga: “Pastikan Cadangan Beras Pemerintah Harus Layak Konsumsi“




Leave a Reply