Lab Etomidate Ilegal di Jakut Dibongkar Polda Metro Jaya

excitesubmit.org – Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya berhasil membongkar laboratorium ilegal narkotika jenis etomidate.
Laboratorium beroperasi di kawasan Apartemen Greenbay, Pluit, Jakarta Utara.

Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Parikhesit menyatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta.
Informasi terkait paket mencurigakan yang dikirim melalui jasa ekspedisi internasional.

“Paket tersebut berisi bahan narkotika dan peralatan laboratorium yang ditujukan ke Lobby Tower H Apartemen Greenbay,” ujar Parikhesit.

Penangkapan Tersangka dan Peran Mereka

Polisi menangkap dua tersangka dalam penggerebekan ini, masing-masing berinisial D (WNI) dan HW (WNA Tiongkok).
HW berperan sebagai peracik utama dalam proses produksi cairan etomidate.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (9/1) sekitar pukul 15.30 WIB.
Keduanya kini diamankan bersama seluruh barang bukti di Polda Metro Jaya untuk penyidikan lebih lanjut.

Baca juga: “Tiga Pengedar Ganja Senilai 83 Kg Dibekuk Polda Metro Jaya”

Barang Bukti dan Peralatan Laboratorium yang Disita

Dalam penggeledahan, petugas menemukan paket FedEx berisi 100 gram etomidate dan 1 kilogram bahan kimia SLS.
Selain itu, berbagai peralatan laboratorium turut diamankan: tabung lab berkapasitas 3.000 ml, 1.000 ml, hingga 100 ml, botol lab, alat aduk kaca, timbangan digital, alat suntik, dan dandang stainless.

Menurut Parikhesit, alat produksi ini dikirim dari India untuk mendukung operasi lab ilegal tersebut.
Analisis awal menunjukkan laboratorium ini berpotensi memproduksi hingga 30 liter cairan etomidate.

Potensi Produksi dan Dampak Terhadap Masyarakat

Jika dikonversi ke cartridge vape etomidate, satu cartridge berisi rata-rata 2 mililiter cairan.
Dengan kapasitas 30 liter, lab ilegal ini bisa menghasilkan hingga 15.000 cartridge pods siap edar.

“Clandestine lab ini berhasil digagalkan sebelum sempat beroperasi dan diedarkan ke masyarakat,” jelas Parikhesit.
Pengungkapan ini mencegah peredaran narkotika sintetis yang memiliki efek sangat berbahaya.

Etomidate sendiri dikenal sebagai obat anestesi, tetapi penyalahgunaan dapat menimbulkan risiko kesehatan serius.
Distribusi melalui vape atau cartridge meningkatkan potensi penyalahgunaan terutama di kalangan anak muda.

Strategi Penindakan dan Pencegahan Polda Metro Jaya

Kasus ini menunjukkan peran penting kerja sama antara Bea Cukai dan kepolisian.
Informasi dari bandara membantu mencegah masuknya narkotika ilegal ke wilayah Jakarta.

Polisi menekankan pentingnya pengawasan terhadap pengiriman barang dari luar negeri.
Langkah ini bagian dari strategi memerangi peredaran narkotika sintetis di Indonesia.

Polda Metro Jaya juga meningkatkan patroli dan pemantauan di kawasan rawan.
Targetnya adalah mencegah munculnya laboratorium clandestine lain di wilayah urban.

Ancaman Hukum dan Tindakan Selanjutnya

Tersangka menghadapi ancaman pidana sesuai Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.
Pasal yang disangkakan berkaitan dengan produksi, peredaran, dan penyalahgunaan narkotika.

Polisi saat ini masih mendalami jaringan yang terkait dengan lab ilegal ini.
Investigasi mencakup asal bahan kimia, jalur distribusi, dan kemungkinan tersangka lain.

Pengungkapan ini menegaskan kemampuan aparat menindak laboratorium narkotika ilegal.
Kolaborasi antarinstansi terbukti efektif mencegah peredaran etomidate ke masyarakat.

Kasus ini menjadi peringatan bagi penyalahgunaan obat-obatan dan perdagangan ilegal.
Pencegahan melalui pengawasan logistik dan edukasi publik tetap menjadi langkah penting.

Dengan tindakan cepat, Polda Metro Jaya berhasil menahan potensi risiko kesehatan dan kriminal dari narkotika sintetis.
Langkah ini memperkuat keamanan publik di Jakarta Utara dan sekitarnya.

Baca juga: “Timothy Ronald Dilaporkan ke Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penipuan Kripto Rp 200 Miliar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *