excitesubmit.org – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan peran strategis wisatawan Nusantara bagi pariwisata nasional.
Ia menyebut wisatawan domestik sebagai kekuatan utama sektor usaha pariwisata Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers resmi kementerian yang dikonfirmasi pada Jumat.
Menurut Menpar, pergerakan wisatawan Nusantara memberi dampak ekonomi langsung bagi daerah tujuan wisata.
Setiap destinasi memperoleh manfaat sesuai karakter dan preferensi wisatawan domestik.
Ia menilai kekuatan tersebut menjaga keberlanjutan pariwisata di tengah dinamika global.
“Perlu saya tekankan bahwa wisatawan Nusantara adalah kekuatan pariwisata Indonesia,” kata Widiyanti.
Ia menambahkan manfaat ekonomi dirasakan merata oleh pelaku usaha lokal.
Pernyataan ini memperkuat kebijakan pemerintah yang fokus mendorong perjalanan wisata dalam negeri.
Wisatawan Nusantara dinilai lebih adaptif dan konsisten sepanjang tahun.
Baca juga: “Disnaker Cirebon Dorong Akses KUR PMI Tujuan Jepang”
Kunjungan Kerja Menpar di Bali pada Libur Natal dan Tahun Baru
Peninjauan Layanan Wisata di Bandara I Gusti Ngurah Rai
Pada Kamis, 1 Januari, Menpar mengunjungi Bali dalam rangka kunjungan kerja.
Kunjungan tersebut bertepatan dengan puncak libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menpar meninjau langsung pelayanan wisatawan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Ia memeriksa alur layanan di konter check-in dan area imigrasi.
Peninjauan juga mencakup tempat makan, pusat suvenir, dan kantor bea cukai.
Kegiatan ini bertujuan memastikan kenyamanan wisatawan selama periode liburan panjang.
Menpar ingin memastikan standar pelayanan berjalan optimal.
Selama kunjungan, Menpar menyapa wisatawan yang berada di area bandara.
Ia membagikan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada pengunjung.
Menpar juga mendengarkan pengalaman wisatawan selama berlibur di Bali.
Masukan wisatawan menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas layanan.
Pemerintah menilai pengalaman wisata sebagai faktor penting loyalitas wisatawan.
Pemantauan Posko Terpadu dan Data Kunjungan
Menpar juga mengunjungi Posko Terpadu Terminal Domestik bandara.
Di lokasi tersebut, ia menerima paparan terkait layanan penerbangan.
Paparan mencakup data kunjungan wisatawan dan kesiapan operasional bandara.
Data tersebut disusun oleh Angkasa Pura Bali dan Pemerintah Provinsi Bali.
Laporan itu menunjukkan tren positif kunjungan wisatawan mancanegara.
Rekor Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Bali
Berdasarkan laporan resmi, kunjungan wisatawan mancanegara terus meningkat.
Hingga akhir Desember 2025, jumlah kunjungan mencapai lebih dari 7,05 juta.
Angka tersebut meningkat sekitar 11 persen dibandingkan tahun 2024.
Pada 2024, Bali mencatat sekitar 6,3 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Menpar menyebut capaian 2025 sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
“Ini merupakan rekor tertinggi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali,” ujar Widiyanti.
Ia menilai promosi dan perbaikan layanan turut mendorong capaian tersebut.
Kenaikan kunjungan juga dipengaruhi pemulihan konektivitas penerbangan internasional.
Bali tetap menjadi pintu masuk utama wisatawan asing ke Indonesia.
Tren Wisatawan Nusantara dan Tantangan Pemerataan
Berbeda dengan wisatawan mancanegara, kunjungan wisatawan Nusantara sedikit menurun.
Sepanjang 2025, Bali menerima sekitar 9,28 juta kunjungan wisatawan domestik.
Jumlah tersebut turun sekitar 700 ribu dibandingkan tahun 2024.
Menpar menjelaskan penurunan ini berkaitan dengan distribusi destinasi wisata.
Wisatawan Nusantara kini tersebar ke berbagai daerah di Indonesia.
Selama libur Natal dan Tahun Baru, pergerakan wisatawan semakin merata.
Destinasi non-Bali mencatat peningkatan kunjungan signifikan.
Pemerintah menilai kondisi ini sebagai sinyal positif pemerataan pariwisata.
Daerah lain memperoleh peluang ekonomi yang lebih besar.
Menpar menegaskan penurunan di satu destinasi tidak selalu berdampak negatif.
Pemerataan justru memperkuat ketahanan sektor pariwisata nasional.
Target Nasional Perjalanan Wisatawan Nusantara
Pemerintah menetapkan target ambisius perjalanan wisatawan Nusantara pada 2025.
Target nasional mencapai 1,08 miliar perjalanan wisata domestik.
Menpar optimistis target tersebut dapat tercapai dengan kolaborasi berbagai pihak.
Ia mendorong pemerintah daerah memperkuat atraksi dan amenitas wisata.
Selain itu, peningkatan kualitas layanan menjadi fokus utama kementerian.
Digitalisasi promosi dan informasi wisata juga terus diperluas.
Menpar berharap wisatawan Nusantara tetap menjadi fondasi pariwisata Indonesia.
Peran mereka dinilai krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi pariwisata.
Ke depan, pemerintah akan menyeimbangkan pasar domestik dan internasional.
Strategi ini diharapkan menciptakan pariwisata berkelanjutan dan inklusif.
Baca juga: “Bukan Bali & Jogja, Ternyata Ini Provinsi Paling Cuan dari Wisatawan”




Leave a Reply