Excitesubmit – Fenomena penurunan permukaan tanah atau land subsidence tidak hanya terjadi di Jakarta. Beberapa ibu kota di dunia bahkan mengalami penurunan tanah lebih cepat. Salah satu yang menjadi sorotan ilmuwan adalah Mexico City. Kota ini tercatat mengalami penurunan tanah ekstrem yang dalam beberapa area dapat terlihat jelas melalui pengamatan satelit dari luar angkasa.
Para peneliti menilai kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi kota-kota besar yang berdiri di atas tanah lunak dan menghadapi tekanan urbanisasi. Jika tidak ditangani secara sistematis, penurunan tanah dapat memperburuk risiko banjir, kerusakan infrastruktur, dan gangguan layanan publik.
Penurunan Tanah di Mexico City Terjadi Secara Dramatis
Studi terbaru menunjukkan bahwa beberapa bagian Mexico City mengalami penurunan tanah hingga sekitar 30–50 sentimeter per tahun. Angka ini jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata penurunan tanah di Jakarta yang berkisar beberapa sentimeter hingga lebih dari 10 sentimeter per tahun di wilayah tertentu.
Fenomena ini terjadi karena kota tersebut dibangun di atas bekas danau kuno yang memiliki struktur tanah lunak. Ketika air tanah dipompa secara besar-besaran untuk kebutuhan penduduk, lapisan tanah menjadi lebih padat dan permukaan tanah perlahan turun.
Baca Juga : Tanah Bergerak di Bogor: 28 Warga Cijayanti Direlokasi
Para ilmuwan memanfaatkan teknologi satelit untuk memantau perubahan elevasi tanah secara detail. Dari citra satelit tersebut, pola penurunan tanah dapat terlihat jelas bahkan dari luar angkasa.
Urbanisasi dan Eksploitasi Air Tanah Jadi Penyebab Utama
Pertumbuhan populasi yang pesat menjadi faktor utama yang mempercepat penurunan tanah. Kota-kota besar membutuhkan pasokan air yang sangat besar untuk kebutuhan rumah tangga, industri, dan fasilitas umum.
Di Mexico City, jutaan penduduk bergantung pada air tanah sebagai sumber utama. Pengambilan air secara berlebihan menyebabkan rongga di dalam tanah kehilangan tekanan alami, sehingga tanah perlahan mengempis dan permukaan kota turun.
Kondisi ini tidak hanya berdampak pada struktur bangunan, tetapi juga merusak sistem drainase dan jaringan pipa. Dalam jangka panjang, kota menjadi semakin rentan terhadap banjir ketika musim hujan datang.
Ibu Kota Jakarta Juga Menghadapi Ancaman Serupa
Situasi di Jakarta sering menjadi perhatian global karena penurunan tanah yang cukup cepat di kawasan pesisir utara. Faktor utama yang memicu kondisi ini adalah penggunaan air tanah yang berlebihan, pertumbuhan kota yang sangat pesat, serta tekanan pembangunan infrastruktur.
Beberapa wilayah Jakarta Utara tercatat mengalami penurunan tanah hingga lebih dari 10 sentimeter per tahun. Kondisi ini memperbesar risiko banjir rob dan meningkatkan kebutuhan pembangunan tanggul serta sistem pengendalian air.
Pemerintah Indonesia bahkan merencanakan pemindahan pusat pemerintahan ke Nusantara di Kalimantan sebagai langkah jangka panjang untuk mengurangi tekanan terhadap Jakarta.
Teknologi Satelit Membantu Memantau Perubahan Kota
Para peneliti kini menggunakan teknologi penginderaan jauh untuk memantau perubahan permukaan bumi. Metode ini memungkinkan ilmuwan mengukur pergerakan tanah hingga skala milimeter dari orbit satelit.
Data satelit membantu pemerintah kota memahami area yang paling rentan terhadap penurunan tanah. Informasi tersebut dapat digunakan untuk merencanakan pembangunan yang lebih aman dan mengendalikan penggunaan air tanah.
Pendekatan berbasis data juga membantu para ahli memperkirakan risiko jangka panjang jika penurunan tanah terus berlangsung.
Ibu Kota Tantangan Besar bagi Kota-Kota Besar di Masa Depan
Penurunan tanah menjadi tantangan serius bagi banyak kota besar di dunia. Selain Mexico City dan Jakarta, sejumlah kota pesisir lain juga menghadapi ancaman serupa akibat urbanisasi dan perubahan iklim.
Para ahli menekankan pentingnya pengelolaan air tanah yang berkelanjutan, peningkatan sistem infrastruktur air, serta perencanaan kota yang lebih adaptif terhadap risiko lingkungan.
Baca Juga : Pesawat Pengebom Prancis Dilarang di Eropa, Rusia Wanti-wanti!
Tanpa langkah mitigasi yang tepat, penurunan tanah dapat mempercepat kerusakan kota dan meningkatkan kerentanan terhadap bencana alam di masa depan. Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya dan perencanaan perkotaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk melindungi kota-kota besar dari ancaman tenggelam.




Leave a Reply