Trump Larang Orang Gemuk Masuk AS, Aturan Imigrasi Diperketat

Kebijakan Imigrasi Trump Perketat Masuk Warga Obesitas ke AS

excitesubmit – Pemerintahan Donald Trump kembali memperketat kebijakan imigrasi dengan fokus pada kondisi kesehatan pemohon visa. Warga asing dengan obesitas atau penyakit kronis kini berpotensi ditolak masuk Amerika Serikat.

Arahan terbaru Departemen Luar Negeri meminta pejabat konsuler mempertimbangkan kesehatan dan kemampuan finansial pemohon. Obesitas, sleep apnea, tekanan darah tinggi, asma, kanker, diabetes, dan gangguan neurologis termasuk kondisi yang dapat menimbulkan penolakan. Tujuannya untuk memastikan pemohon mampu menanggung biaya perawatan kesehatan jangka panjang tanpa mengandalkan bantuan publik.

Dokumen pedoman menyatakan beberapa penyakit kronis dapat menelan biaya “ratusan ribu dolar” selama hidup seseorang. Pemohon diharuskan membuktikan kemampuan finansial untuk menutupi perawatan kesehatan dan kebutuhan hidup, termasuk bagi pemohon usia lanjut menjelang pensiun.

“Kemandirian telah lama menjadi prinsip kebijakan imigrasi AS,” tulis dokumen resmi. Aturan terkait “tuntutan publik yang tidak dapat diterima” ini telah berlaku lebih dari satu abad, menekankan tanggung jawab finansial pemohon sebagai syarat masuk.

Selain alasan kesehatan, kebijakan ini juga mencerminkan upaya pemerintah mengurangi potensi beban ekonomi pada layanan publik dan sistem kesehatan AS. Ahli kesehatan dan imigrasi memperingatkan, langkah ini dapat menimbulkan tantangan bagi pemohon dengan kondisi medis yang memerlukan perawatan rutin.

Kebijakan ini diperkirakan akan tetap menjadi fokus dalam evaluasi visa ke depan, seiring pemerintah AS menekankan kemandirian dan kemampuan finansial sebagai kriteria utama masuk negara.

Baca Juga : “Pesawat Militer Turki Jatuh di Georgia, 20 Tewas

Trump Umumkan Kebijakan Imigrasi Ketat Bersamaan dengan Penurunan Harga Obat Penurun Berat Badan

Pemerintahan Donald Trump memperketat aturan imigrasi pada hari yang sama saat mengumumkan kesepakatan untuk menurunkan harga obat penurun berat badan.

Melalui platform TrumpRx, obat GLP-1 dari Eli Lilly dan Novo Nordisk tersedia dalam bentuk oral dan suntikan. Obat oral dijual seharga US$150 per bulan untuk dosis awal. Versi suntik rata-rata US$350 per bulan, diperkirakan turun menjadi US$245 dalam dua tahun ke depan.

Trump menyatakan, kebijakan ini bertujuan memperluas akses pasien berasuransi publik sekaligus menekan biaya kesehatan nasional. “Kami ingin obat penting lebih terjangkau bagi semua warga yang membutuhkan,” ujar juru bicara Trump.

Kebijakan imigrasi yang menolak pemohon dengan obesitas dan penyakit kronis kini bersinergi dengan langkah penurunan harga obat. Tujuannya mengurangi beban publik akibat biaya perawatan kesehatan tinggi, terutama bagi penyakit kronis yang memerlukan perawatan rutin.

Ahli kesehatan menilai, kombinasi regulasi imigrasi dan deregulasi harga obat mencerminkan strategi pemerintah Trump untuk menekan pengeluaran publik sambil mendorong kemandirian finansial warga asing. Data KFF Health News menunjukkan biaya perawatan jangka panjang pasien obesitas dan penyakit kronis dapat mencapai ratusan ribu dolar.

Ke depan, kebijakan ini kemungkinan akan memengaruhi akses imigrasi bagi pemohon dengan kondisi medis tertentu sekaligus mendorong pasien berasuransi publik memanfaatkan obat GLP-1 yang lebih terjangkau. Langkah ini menunjukkan fokus pemerintahan Trump pada pengurangan biaya kesehatan melalui regulasi dan harga obat yang lebih transparan.

Baca Juga : “Ekonomi Digital Indonesia Capai USD 100M ,Commerce Tumbuh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *