Banjir Bandang Hantam RSUD Langsa, Operasional Terganggu

Banjir Bandang Hantam RSUD Langsa, Operasional Terganggu

excitesubmit – Banjir bandang yang melanda Langsa, Aceh, pada penghujung 2025 menimbulkan salah satu tantangan terberat bagi RSUD Langsa. Seluruh fasilitas rumah sakit terendam air, membuat operasional medis lumpuh total pada hari pertama.

Air masuk dengan cepat dan membanjiri seluruh blok layanan, mulai dari ruang perawatan hingga area penunjang. Kondisi ini membuat seluruh peralatan medis tidak dapat digunakan, sehingga layanan rumah sakit berhenti sepenuhnya.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, Erizal, menjelaskan, “Situasi ini merupakan salah satu masa tersulit dalam operasional RSUD Langsa. Pada hari kedua, tim rumah sakit mulai membuka pelayanan darurat secara terbatas.” IGD menjadi layanan pertama yang kembali dibuka, menggunakan lokasi alternatif yang memungkinkan. Layanan ini hanya menerima kasus prioritas, karena ruang perawatan masih belum dapat difungsikan akibat peralatan dan tempat tidur terendam air.

Tim perawat, teknisi, dan petugas sanitasi bekerja paralel untuk membersihkan ruangan dan menilai kerusakan. Proses pemulihan berjalan bertahap, dengan prioritas utama memastikan pasien kritis mendapatkan respons cepat. RSUD Langsa menargetkan pemulihan penuh dalam beberapa minggu ke depan, sambil menyiapkan protokol penanganan darurat jika banjir kembali terjadi.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh, banjir bandang di Langsa menggenangi lebih dari 300 rumah dan fasilitas publik. Langkah cepat RSUD Langsa dalam membuka layanan IGD menjadi contoh kesiapsiagaan menghadapi bencana. Masyarakat diimbau tetap mengikuti arahan pemerintah dan memanfaatkan layanan medis alternatif selama proses pemulihan berlangsung.

Baca Juga : “Tidur Cukup tapi Tetap Lelah? Waspadai Kekurangan Vitamin D

Banjir Bandang RSUD Langsa Mulai Pulihkan Layanan Pascabencana, Fokus Ruang Prioritas

Pada 10 Desember 2025, RSUD Langsa, Aceh, mulai mengaktifkan kembali sejumlah layanan kritis pasca-banjir bandang. IGD menjadi fasilitas pertama yang kembali beroperasi, diikuti ICU, kamar bersalin, ruang perawatan anak, dan bedah anak.

Pemilihan fasilitas prioritas ini bertujuan menjaga keberlangsungan penanganan kasus gawat darurat. Erizal, Wakil Direktur Pelayanan RSUD Langsa, mengatakan, “Tim medis diminta bekerja bergiliran demi memastikan layanan tetap berjalan. Meski terbatas, rumah sakit tetap melayani pasien gawat darurat.”

Sebelum dibuka, setiap ruangan menjalani pembersihan intensif dan pemeriksaan keamanan. Tim memeriksa kondisi listrik, kelembapan, dan membersihkan sisa lumpur. Sistem rotasi diterapkan untuk menutupi kekurangan SDM, ditambah dukungan dokter spesialis tambahan untuk memperkuat layanan.

Meski beberapa ruang sudah aktif, sebagian besar area rumah sakit masih dalam proses pemulihan karena kerusakan dan genangan air yang meluas. “Aktivasi ruang prioritas bukan berarti pelayanan telah pulih sepenuhnya. Pasien tetap diimbau mengikuti arahan petugas untuk menghindari kepadatan berlebihan,” jelas Erizal.

Pembersihan dilakukan secara gotong royong oleh perawat, tim sanitasi, dan Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit (IPSRS). Hingga Rabu sore, lima ruangan dengan total 90 tempat tidur telah dapat digunakan kembali.

Permintaan rawat inap meningkat pasca-banjir karena warga mengalami penyakit terkait bencana. Manajemen RSUD menargetkan ruang tambahan segera menyusul, meski proses bergantung pada tingkat kerusakan masing-masing ruang.

Dengan kapasitas tempat tidur bertambah, antrean di IGD diharapkan menurun, dan pelayanan darurat berlangsung lebih stabil. RSUD Langsa terus memantau kondisi fasilitas untuk mempercepat pemulihan total layanan medis.

Baca Juga: “Kasus Baru Vape: Remaja 16 Tahun Jalani 3 Operasi Paru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *