excitesubmit.org – Tim kesehatan gabungan TNI Angkatan Darat dan relawan memberikan pelayanan medis bagi warga terdampak banjir.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, pada Sabtu, 3 Januari.
Pelayanan kesehatan juga disertai kegiatan pemulihan trauma atau trauma healing bagi anak-anak.
Kegiatan ini merupakan bagian dari respons darurat pascabanjir yang melanda beberapa kecamatan.
Fokus utama diarahkan pada pemulihan kesehatan fisik dan psikologis masyarakat terdampak.
Upaya ini sekaligus memperkuat kehadiran negara melalui peran TNI dalam penanganan bencana.
Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Minggu, Dispenad TNI menjelaskan cakupan kegiatan.
Pelayanan kesehatan dipusatkan di Posko Kesehatan Gabungan Kecamatan Mesidah.
Dari posko tersebut, tim bergerak menjangkau sejumlah desa terdampak banjir.
Baca juga: “Basarnas Lanjutkan Pencarian Korban Kapal di Labuan Bajo”
Pelayanan Terpadu di Desa Pantan Kuli dan Cemparam
Beberapa lokasi yang menjadi sasaran utama adalah Desa Pantan Kuli dan Desa Cemparam Lama.
Tim juga melayani warga dari Desa Cemparam Jaya dan Desa Cemparam Pakat Jeroh.
Pendekatan jemput bola dilakukan agar layanan menjangkau kelompok rentan secara optimal.
Secara keseluruhan, sebanyak 167 warga menerima pelayanan kesehatan langsung.
Jumlah tersebut terdiri dari 73 orang dewasa, 52 lansia, serta 42 anak dan balita.
Data ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan pascabanjir.
Pelayanan mencakup pemeriksaan umum, pengobatan dasar, serta pemantauan kondisi kesehatan kronis.
Tim medis juga memberikan edukasi singkat terkait kebersihan dan pencegahan penyakit pascabanjir.
Langkah ini penting untuk menekan risiko wabah penyakit di lingkungan terdampak.
Sinergi Tenaga Medis, TNI, dan Relawan
Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan 37 personel tim kesehatan gabungan.
Mereka berasal dari tenaga medis kecamatan, bidan desa, dan perawat puskesmas setempat.
Tenaga kesehatan TNI turut memperkuat kapasitas pelayanan di lapangan.
Selain itu, dokter relawan dan komunitas kemanusiaan ikut berperan aktif.
Unsur TNI bersama Persit Kartika Chandra Kirana membantu kelancaran kegiatan.
Koordinasi lintas unsur ini memastikan pelayanan berjalan tertib dan efektif.
Menurut Dispenad TNI, sinergi menjadi kunci utama dalam penanganan bencana.
“Keterlibatan seluruh unsur bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan layanan optimal,” demikian keterangan resmi tersebut.
Pendekatan kolaboratif dinilai mampu mempercepat pemulihan masyarakat terdampak.
Trauma Healing untuk Anak Korban Bencana
Di Desa Pantan Kuli, perhatian khusus diberikan kepada anak-anak korban banjir.
Sekitar 40 anak mengikuti kegiatan trauma healing yang dipandu tim gabungan.
Metode yang digunakan bersifat edukatif dan menyenangkan.
Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan makan bersama.
Aktivitas tersebut bertujuan memulihkan rasa aman dan keceriaan mereka.
Pendekatan ini penting untuk mengurangi dampak psikologis akibat bencana.
Selain kegiatan pemulihan trauma, bantuan perlengkapan sekolah turut disalurkan.
Bantuan tersebut berasal dari PNS Kodam Iskandar Muda.
Dukungan ini diharapkan membantu anak-anak kembali beraktivitas belajar.
Kegiatan serupa juga dilaksanakan di Desa Cemparam Lama.
Warga dari beberapa desa sekitar turut menerima layanan medis dan pendampingan psikologis.
Pemerataan layanan menjadi prioritas utama tim kesehatan.
Keluhan Kesehatan yang Dominan Ditangani
Tim medis mencatat sejumlah keluhan kesehatan yang dominan muncul.
Hipertensi menjadi salah satu keluhan terbanyak pada warga dewasa dan lansia.
Infeksi saluran pernapasan akut juga banyak ditemukan.
Selain itu, tim menangani kasus demam, diare, dan gatal-gatal.
Keluhan pencernaan seperti dispepsia turut dilaporkan warga.
Beberapa pasien juga mengalami Penyakit Paru Obstruktif Kronik atau PPOK.
Kondisi tersebut umumnya dipicu oleh lingkungan lembap dan sanitasi pascabanjir.
Oleh karena itu, pelayanan kesehatan disertai edukasi pola hidup bersih.
Langkah pencegahan menjadi bagian penting dari pelayanan terpadu.
Komitmen TNI dalam Penanganan Bencana
Melalui pelayanan terpadu ini, TNI menegaskan komitmennya dalam penanganan bencana.
Peran TNI tidak hanya terbatas pada evakuasi dan logistik.
Pendampingan kesehatan dan psikologis menjadi bagian dari tugas kemanusiaan.
Dispenad TNI menegaskan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan bersama pemerintah daerah dan unsur masyarakat.
Kolaborasi ini sejalan dengan prinsip penanggulangan bencana nasional.
Ke depan, TNI bersama instansi terkait akan terus memantau kondisi warga.
Langkah lanjutan disiapkan sesuai perkembangan situasi di lapangan.
Diharapkan masyarakat Bener Meriah dapat pulih dan kembali beraktivitas normal.
Baca juga: “TNI Percepat Penyaluran Bantuan Penyintas Bencana lewat Jalur Udara”




Leave a Reply