Amanda Seyfried Ungkap Perjuangan Lawan Gangguan OCD

excitesubmit.org – Aktris asal Amerika Serikat Amanda Seyfried membagikan pengalamannya hidup dengan gangguan obsesif kompulsif atau OCD. Ia mengungkapkan kisah ini dalam wawancara dengan majalah Vogue, seperti dilaporkan People pada Kamis (8/1) waktu setempat.

Bintang film “Mamma Mia!” tersebut mengatakan dirinya didiagnosis OCD yang tergolong ekstrem saat berusia 19 tahun. Pada masa itu, ia sedang membangun karier sebagai aktris muda di industri hiburan Amerika.

Seyfried menjalani pemindaian otak dan mulai mengonsumsi obat medis yang masih diminumnya hingga sekarang. Keputusan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas kesehatan mentalnya.

Masa Sulit di Awal Karier

Saat diagnosis diberikan, Seyfried tinggal di Marina del Rey dan sedang menjalani proses syuting serial “Big Love”. Kondisi mentalnya membuat sang ibu mengambil cuti panjang dari pekerjaannya di Pennsylvania.

“Ibu saya tinggal bersama saya selama sebulan,” kenang Seyfried. “Saat itu saya menjalani pemindaian otak dan mulai mengonsumsi obat.”

Ia menambahkan bahwa obat tersebut masih ia konsumsi setiap malam hingga kini. Menurut Seyfried, perawatan berkelanjutan membantunya tetap berfungsi secara profesional dan pribadi.

Baca juga: “Bank Mega Syariah Catat Lonjakan Transaksi Kartu Pembiayaan”

Mengenal Gangguan Obsesif Kompulsif

Gangguan obsesif kompulsif merupakan kondisi kesehatan mental yang ditandai pikiran obsesif dan perilaku kompulsif berulang. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menimbulkan tekanan emosional yang signifikan.

Menurut Mayo Clinic, OCD melibatkan ketakutan yang tidak diinginkan serta dorongan untuk melakukan ritual tertentu. Tanpa penanganan, gangguan ini dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya.

Dengan menyertakan penjelasan medis, Seyfried berharap publik lebih memahami bahwa OCD bukan sekadar kebiasaan, melainkan kondisi nyata yang membutuhkan perawatan.

Dampak OCD terhadap Kehidupan Profesional

Seyfried mengaku bahwa hidup dengan OCD sejak muda justru membuatnya lebih tahan terhadap penolakan profesional. Ia menyadari bahwa penolakan merupakan bagian wajar dalam industri hiburan.

“Itu sudah menjadi bagian dari dunia ini,” ujarnya.

Ia juga sangat berhati-hati menghindari pemicu yang bisa memperburuk kondisinya. Ia menghindari konsumsi alkohol berlebihan dan kebiasaan begadang.

Gaya hidup tersebut membuatnya berbeda dari sebagian rekan seusianya di Hollywood. Namun, Seyfried merasa keputusan itu melindungi kesehatan mentalnya.

Pilihan Hidup yang Berbeda

Amanda Seyfried mengaku sering membatalkan rencana sosial demi menjaga stabilitas emosinya. Ia jarang menghadiri klub malam atau pesta larut malam.

“Saya sering membuat rencana lalu tidak jadi pergi,” katanya sambil tertawa.

Ia menilai keputusan tersebut sebagai pilihan sadar yang membantunya bertahan di industri hiburan. Bahkan, ia mengatakan berterima kasih pada OCD karena membentuk batasan hidupnya.

Konsistensi Pengobatan dan Lawan Stigma

Dalam wawancara dengan Allure pada 2016, Seyfried mengungkapkan dirinya rutin mengonsumsi obat OCD Lexapro sejak usia 19 tahun. Ia menyebut dosisnya sangat rendah dan stabil.

“Saya tidak melihat alasan untuk berhenti,” kata Seyfried. “Saya tidak ingin mengambil risiko hanya karena stigma.”

Ia mempertanyakan anggapan negatif terhadap penggunaan obat kesehatan mental. Menurutnya, pengobatan adalah alat bantu, bukan kelemahan.

Penyakit Mental Harus Dipandang Serius

Seyfried menegaskan bahwa penyakit mental harus ditangani seperti penyakit fisik. Ia menolak anggapan bahwa kondisi mental harus dibuktikan secara kasat mata.

“Penyakit mental itu nyata,” ujarnya. “Bukan benjolan atau kista, tapi tetap ada.”

Ia mendorong masyarakat untuk tidak menunda pengobatan bila kondisi dapat ditangani secara medis. Pesan ini ia sampaikan demi mengurangi stigma dan meningkatkan kesadaran publik.

Suara Penting untuk Kesadaran Mental

Pengakuan Amanda Seyfried memberikan perspektif penting tentang hidup dengan OCD di tengah tekanan industri hiburan. Ia menunjukkan bahwa perawatan konsisten dan kesadaran diri dapat menjaga kualitas hidup.

Keterbukaannya juga memperkuat pesan bahwa kesehatan mental membutuhkan perhatian serius dan dukungan berkelanjutan. Dengan berbagi pengalaman pribadi, Seyfried berkontribusi pada dialog global tentang pentingnya merawat kesehatan mental tanpa rasa malu.

Baca juga: “Amanda Seyfried Bingung Dengar Ungkapan Cinta Timothee Chalamet ke Kylie Jenner”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *