Kurir Narkoba Bawa Ganja dari Medan ke Depok, Disembunyikan di Koper

Kurir Narkoba Bawa Ganja dari Medan ke Depok, Disembunyikan

ENAM TERSANGKA DI DEPOT DEPOK TERTANGKAP BAWA 78 KG GANJA DARI MEDAN

excitesubmit – Enam tersangka pengedar dan kurir narkoba berhasil diamankan Polres Metro Depok karena membawa ganja seberat 78 kilogram dari Medan, Sumatera Utara. Keenam pelaku berinisial RDN, DNM, AJ, RDG, AMS, dan MAR tampak tertunduk lesu saat diperlihatkan di Aula Atmani Adhi Wedhana Polres Metro Depok.

Mereka kedapatan membawa ganja dalam koper, yang dimasukkan seolah-olah barang bawaan penumpang biasa. Tersangka RDM mengaku hanya menjemput barang dari rekan yang membawanya menggunakan bus antar kota. “Saya hanya jemput, bayarannya Rp 800 ribu per kilogram,” kata RDM. Residivis ini mengaku menjalankan perannya sebanyak tiga kali, menyamarkan ganja di koper pakaian agar tidak dicurigai petugas.

Baca Juga: “Warga Kedoya Geger, Ibu Rumah Tangga Tewas Dibunuh Suami

Kasat Narkoba Polres Metro Depok, Kompol Yefta Ruben Hasian Aruan, menjelaskan bahwa pengiriman menggunakan koper dimaksudkan untuk mengelabui petugas transportasi darat. “Tidak ada pemeriksaan khusus seperti X-Ray di bandara, jadi mereka memanfaatkan celah ini untuk mengirim ganja,” ujar Yefta.

RDM, yang pernah mendekam di Rutan Salemba, kini harus kembali menghadapi hukum. Ia tampak pasrah saat ditangkap, menyadari nasibnya kembali berada di balik jeruji karena aksi kriminalnya. “Iya, pasrah aja,” tutur RDM.


MODUS KOPER DAN DPO DALAM JARINGAN NARKOBA

Polres Metro Depok mengungkap bahwa keenam tersangka dikendalikan seorang bandar besar yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial PC. PC menjadi pengendali utama distribusi ganja ke wilayah Depok. Polisi masih melakukan penyelidikan lanjutan terkait jaringan ini.

Kompol Yefta menjelaskan, penggunaan koper memudahkan pengedar menyamarkan ganja sebagai barang pribadi penumpang. Modus ini sering digunakan karena transportasi darat antar kota jarang melakukan pemeriksaan mendetail. “Koper menjadi sarana mereka agar bisa menyalurkan narkoba tanpa terdeteksi,” jelas Yefta.

Kasus ini menegaskan kembali pentingnya pengawasan ketat terhadap transportasi darat dan upaya polisi dalam menindak pengedar narkoba. Penangkapan enam tersangka ini diharapkan memutus rantai distribusi ganja dari Medan ke Depok, serta memberi peringatan bagi jaringan serupa di wilayah lain.

Baca Juga: “RUU Baru Turunkan Status Kementerian BUMN Jadi Badan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *